Berita Kota Bukittinggi

Kebun Binatang Bukittinggi Akan Dilengkapi Tekhnologi Augmanted Reality (AR)




Kebun Binatang Bukittinggi yang lebih dikenal dengan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMS BK) terus berbenah dan berinovasi, hal ini guna menciptakan kenyamanan bagi pengunjung dan kenyamanan bagi binatang itu sendiri.

Sebagai bentuk inovasi dan daya tarik, saat ini sedang dilakukan pembangunan kandang tahap pertama untuk kandang Aviary. Untuk melengkapi daya tarik tersebut, kebun binatang Bukittinggi akan dilengkapi dengan tekhnologi Augmanted Reality (AR), untuk itu Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi menghadirkan PT.Sahara Kreatif Indonesia Pekanbaru guna mempresentasikan tekhnologi AR tersebut yang dihadiri oleh Walikota, Wakil Walikota, Sekda, Asisten Setda serta Kepala SKPD dilingkungan Pemko Bukittinggi di Hall Utama Lantai III Balaikota Gulai Bancah, Rabu (21/8).

Bhorri dari PT.Sahara Kreatif Indonesia mengatakan, Tekhnologi Augmanted Reality atau yang dikenal dengan singkatan AR tersebut adalah sebuah tekhnologi dimana pengguna dapat memberikan informasi dengan menscan penanda yang sudah ditentukan agar menampilkan sebuah video informasi.

“Tekhnologi AR merupakan tekhnologi yang memanfaatkan dunia digital dan dunia nyata, dengan menggunakan camera smartphone, objek pada dunia nyata akan dapat memvisualisasikan AR”, ujarnya.

Kemudian Bhorri juga mengatakan untuk penggunaan AR pada Kebun Binatang nantinya para pengunjung terlebih dahulu harus mendownload aplikasi “MeScan” di handphone pengunjung, setiap kandang hewan nantinya akan dipasang sebuah penanda yang nantinya dapat di scan oleh pengunjung kebun binatang, kemudian penanda yang di scan melalui aplikasi MeScan akan menampilkan informasi berupa video edukasi tentang satwa yang ada pada kandang tersebut, jelas Bhorri.

Ikbal, Kabid TMS BK Dinas Parpora Bukittinggi, mengatakan aplikasi AR ini merupakan suatu inovasi untuk cara pengunjung menikmati rekreasi dan mengetahui tentang binatang yang dilihat di Kebun Binatang.

“hal ini sangat menarik, karena pengunjung akan dapat mengetahui secara detail tentang binatang yang dilihat melalui smartphone nya, tidak lagi dengan cara membaca papan yang tertera dipintu kandang, namun dengan men-scan penanda dengan aplikasi MeScan maka akan tampil video binatang yang ada dikandang tersebut  dan tentunya akan dapat menambah jumlah kunjungan ke kebun binatang, namun ini baru penawaran dari PT. Sahara Kreatif Indonesia dan tentunya akan dipelajari lagi dan akan dilakukan uji coba terlebih dahulu”, sebut Ikbal.  

Sementara itu walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Kebun Binatang TMS BK sebagai lembaga konservasi yang juga memiliki peran sebagai sarana riset atau penelitian dan pendidikan, disamping itu juga berperan sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat.

“hal ini dibuktikan dengan jumlah pengunjung yang selalu meningkat setiap tahunnya dan menunjukkan kebun binatang TMS BK merupakan salah satu tujuan wisata keluarga favorit di kota Bukittinggi, dengan menggunakan teknologi AR ini tentunya akan menambah daya tariknya dan sebagai lembaga edukasi akan dapat memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada masyarakat luas dalam hal pengenalan satwa liar dan lingkungannya”, ujar Walikota.

Kemudian pada saat yang bersamaan juga dilakukan presentasi oleh CV. Nayla Konsultan tentang DED Revitalisasi Kandang TMS BK tahap 2 yang akan dilakukan pembangunannya pada tahun 2020 dengan rencana kerja revitalisasi area Karnivor yang meliputi revonasi kandang Harimau, Singa, pembangunan kandang Benggala dan area Herbivor yang meliputi pembuatan kandang Gajah, kandang Tapir dan kandang Kambing Hutan. (Ylm)

   

LINK DIREKTORI