Berita Kota Bukittinggi

Padusi Minang adalah Perempuan Terkuat Di Dunia




Dalam rangka menyambut Ulang Tahun Ikatan Kartini Profesional Indonesia (Ikapri) yang pertama, Ikapri Bukittinggi mengangkat Seminar Nasional Budaya dengan tema Padusi (Perempuan) Minangkabau di mata dunia. Seminar berlangsung Rabu (10/01) di Gedung Triarga Istana Bung Hatta Bukittinggi. Hadir sebagai pemateri Prof. Eje Kim, PhD dari Seoul University Korea, Ketua Bundo Kanduang Propinsi Sumbar Prof. DR. Ir. Hj. Puti Reno Raudhah Thaib dan Ketua Ikatan Wanita Kurai Bukittinggi Zulzetri, MPd.

Ketua Emalinda Chaidir Ketua Ikapri Kota Bukittinggi melaporkan Ikapri adalah Organisasi Perempuan yang mewadahi berbagai profesi perempuan. Ikapri sengaja mengangkatkan tema Padusi Minangkabau dimata dunia sebagai bakti kepada anak nagari. Untuk memperjelas dan mempertegas bagaimana seharusnya seorang padusi minang itu. Seminar hari ini berangkat dati penelitian yang dilakukan Prof. Eje Kim, bahwa Padusi Minangkabau merupakan Perempuan Terkuat di Dunia, bahkan lebih kuat dibandingkan perempuan Inggris. Maka Ikapri ingin mempertemukan hasil penelitian tersebut dengan budaya asli Minangkabau sebagai Pusako Anak Nagari, untuk memperkokoh budaya.

Lebih lanjut Emalinda mengatakan, Ikapri telah banyak menggelar berbagai acara baik ilmiah maupun kegiatan lain. Hari ini merupakan kegiatan seminar kedua yang dilakukan Ikapri. Ikapri Bukittinggi sangat mendukung kemajuan Bukittinggi dan Padusi minang. Dibulan februari diadakan lomba mewarnai tingkat PAUD, maret jalan santai dan senam tobelo. April puncak acara ultah Ikapri dan Hari Kartini. Emalinda berharap seminar hari ini semoga memberikan kontribusi yang maksimal dan memberikan perubahan bagi kita yang hadir. Sehingga padusi minang lebih profesional dalam banyak hal dan tidak melanggar aturan adat dan tradisi.

Sambutan Ketua GOW Khadijah Irwandi dalam sambutannya mengatakan seminar hari ini akan mengupas Padusi Minang dalam Rangka Hari Ulang Tahun Ikapri yang pertama. Selain dari Korea, kita akan mendapat pencerahan dari Ibu Raudah Thaib. Semoga apa yang kita dapatkan hari ini menjadi bekal bagi diri kita sendiri generasi penerus dan bagi anak cucu kita. Terima kasih dan apresiasi yang besar atas diangkatnya seminar nasional hari ini.

Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi dalam sambutannya mengatakan menarik memang tema yang diangkat dalam seminar hari ini. “Kita tahu persis di Minangkabau bagaimana peran seorang Bundo Kanduang, tidak saja Ibu Rumah Tangga, pendidik anak dan juga penopang kehidupan Rumah Tangga dengan segala profesi yang ada. Karena itu peran perempuan sangat perlu diapresiasi. Karena mayoritas penggerak ekonomi adalag kaum perwmpuan”. Peran Perempuan di Minangkabau sudah mendapat tempat. Nampak beberapa posisi eselon dijabat perempuan di Bukittinggi.

Dengan kondisi kekinian, banyak tantangan yang dihadapi. “Saya mengikuti banyak tulisan dari Bundo Raudah yang memaparkan peran dan kehidupan Perempuan minang yang sebenarnya dan juga masalah budaya. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada beliau”.

Irwandi melanjut, “ kita tempatkan posisi perempuan di Bukittinggi sesuai dengan profesionalisme nya. Di Bukittinggi merupakan satu satunya yang menempatkan dan mengutamakan kaum wanita. Contoh ada parkir syariah unfuk perempuan, tempat parkir khusus untuk perempuan. Banyak tokoh di Bukittinggi yang berasal dari perempuan yang bergerak tidak saja sektor sosial dan juga ekonomi. Para perancang dan pelaku ekonomi dominan kaum perempuan.”

Dari hasil Penelian Miss Kim nampak ruang yang diberikan untuk Wanita Minang berkreatifiras cukup besar. Sehingga Miss Kim menilai perempuan Minang adalah perempuan tangguh. Ini menjadi kebanggaan bagi kita. Selakigus menjadi beban dan tanggung jawab bagi kita bagaimana dalam aktifitas dan profesionalitas kita tetap berpegang teguh kepada adat dan budaya dan agama kita. Artinya siapapun orang minang Adalah Muslim.

Irwandi bangga karena saat ini anak kemenakan yang perempuan sudah berbaju muslim dan berjilbab. Alhamdulillah seluruh kaum wanita dan pengusaha wanita sudah berbaju muslim. Dengan penghormatan dari non muslim. Berarti anak kemenakan kita sudah mulai menjada adat tradisi dan agama yang dianutnya. (fika)

  • 21-12-2016

    Kegiatan Ulang Tahun Kota Bukittinggi yang ke-232

LINK DIREKTORI