nama:
kata kunci:

Visitor(s): 770402
Online(s): 12
Last Update: 08 July 2014








  »  VISIT BUKITTINGGI 2014   »  Tour de Singkarak 2014
Home » Berita » Pembukaan Puncak Pekan MDGs Kota Bukittinggi di Puskesmas Plus Umpang-umpang

Pembukaan Puncak Pekan MDGs Kota Bukittinggi di Puskesmas Plus Umpang-umpang

Tanggal : 19 April 2012

Bukittinggi, Dishubkominfo (www.bukittinggikota.go.id)

Pembukaan peringatan puncak pekan Millennium Development Goals (MDGs) Kota Bukittinggi digelar di Puskesmas Plus Bukit Umpang-Umpang, Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Mandiangin Koto Selayan, Rabu (18/04) siang. Kegiatan peringatan ini merupakan rangkaian dari Pekan MDGs Tahun 2012. Beberapa acara telah dilasanakan sebelumnya seperti seminar kesehatan pra pekan MDGs pada 2 April. Pada skala provinsi, juga telah diikuti beberapa kegiatan seminar dan lomba di Padang. Pekan peringatan MDGs Kota Bukittinggi dijadwalkan akan berakhir pada 20 April mendatang.


Walikota H. Ismet Amzis, SH menjelaskan rangkaian acara itu bertujuan untuk menyosialisasikan, menyemarakkan, dan membuka ruang partisipasi masyarakat, untuk bersama-sama dengan pemerintah kota berkontribusi memenuhi target MDGs tahun 2015. MDGs atau Tujuan Pembangunan Millenium merupakan komitmen global 189 negara anggota PBB pada September 2000 untuk menangani isu perdamaian, keamanan, pembangunan, HAM, kebebasan dasar, dalam satu paket kebijakan pembangunan guna mempercepat pencapaian pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan di seluruh dunia pada tahun 2015.

Menurut Ismet, MDGs mencakup delapan tujuan utama yakni memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem, mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu hamil, memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lain, memastikan kelestarian lingkungan dan terakhir mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia sebagai salah satu negara yang menandatangani MDGs berkomitmen mewujudkan delapan tujuan tersebut.

Secara nasional komitmen itu dituangkan dalam berbagai dokumen perencanaan nasional seperti RPJMN 2004-2009, kemudian dipertegas pada RPJMN 2010-2014 dan Inpres No. 3/2010 tentang program pembangunan yang berkeadilan. “Komitmen yang sama juga dituangkan dalam RPJMD Kota Bukittinggi tahun 2011-2015,” kata Wako dalam sambutannya.

Pada pembukaan itu hadir Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Chandra Yoga Aditama, unsur Muspida, pengurus Tim Penggerak PKK, pimpinan SKPD, para camat dan lurah serta tokoh masyarakat.

Wako menggarisbawahi bahwa tujuh dari delapan tujuan MDGs yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, target yang mesti dicapai tahun 2015 telah dicapai pada tahun 2011. Misalnya menurunkan separuh proporsi penduduk yang menderita kelaparan, di antara indikatornya adalah prevalensi balita gizi buruk. Tujuan ini memiliki target 3,6 persen tahun 2015. Tahun 2011 Kota Bukittinggi telah melampaui target yakni 1,33 persen. Untuk angka kematian anak, indikatornya adalah angka kematian balita. Target tahun 2015 sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup, sementara 2011 sudah mencapai 1,8 per 1.000 kelahiran hidup. Di angka kematian bayi, tahun 2015 ditargetkan 23 per 1.000 kelahiran hidup, pada 2011 telah mencapai 4 per 1.000 kelahiran hidup.

Sementara untuk menurunkan angka kematian ibu, di antara indikator adalah angka kematian ibu. Target 2015 sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup, sementara pada 2011 tidak ada kasus kematian ibu di kotawisata ini. Adapun prevalensi HIV/AIDS, tahun 2015 ditargetkan kecil dari 0,5 persen. Pada 2011 Bukittinggi mencapai 0,1 persen. Meskipun sudah di atas target MDGs (sudah cukup baik), namun potensi penyebaran HIV/AIDS di kota sanjai ini cukup tinggi. Karena posisi kota ini sebagai kota kunjungan.

Di sisi lain, proporsi kasus tuberculosis yang ditemukan melalui DOTS, dari target sebesar 62,8 persen untuk 2015, pada tahun 2011 sudah mencapai 79,98 persen. Sedangkan angka kesakitan DBD pada 2015 ditargetkan sebesar 50 persen, tapi di Kota Bukittinggi tahun 2011 sudah mencapai 59,9 persen. “Angka ini masih relatif tinggi. Kita berharap pada tahun 2015 nanti, kita bisa mencapai melebihi target MDGs,” jelas Ismet.

Di bidang peningkatan akses berkelanjutan terhadap air minum layak dan sanitasi dasar, tambah Walikota, indikatornya adalah proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak yakni sebesar 77,12 persen pada 2015. Sementara pencapaian Kota Bukittinggi tahun lalu malah sudah mencapai 100 persen. Selanjutnya di bidang sanitasi dasar pada 2015 ditargetkan sebesar 69,62 persen dan pencapaian pada tahun lalu bahkan sudah mencapai 75 persen.

Wako menambahkan,”Dari seluruh indikator yang terkait dengan bidang kesehatan, tahun 2015 relatif sudah tercapai pada 2011. Karena itu pencapaian ini perlu dipertahankan, bahkan harus lebih ditingkatkan menjadi lebih baik lago, sehingga tahun 2015 dan seterusnya Bukittinggi dapat menuntaskan target millennium yang telah ditetapkan.”

Pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon oleh Walikota bersama dengan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Chandra Yoga Aditama. Selain itu, Kemenkes RI juga memberikan bantuan kepada Pemko Bukittinggi berupa mobil operasional untuk pelayanan HIV/AIDS. (zam)


806 kali dibaca : Lihat Indeks Berita

Berita Lainnya ...

PEMERINTAH KOTA BUKITTINGGI SUMATERA BARAT
Copyright © 2008 - 2010 Allright reserved.
Jln. Kesuma Bhakti No. 1, Bukit Gulai Bancah
Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi
Sumatera Barat - Indonesia - Kode Pos : 26122